Menantangbadai Weblog


Dian Perdiawan, Karyawan yang Tewas dalam Kebakaran Vihara
Mei 13, 2008, 4:54 pm
Filed under: STRIGHT NEWS, Tak Berkategori

Kesayangan Bhiksu Dhyanavira, Dimimpikan Menikah

Satu dari tujuh korban tewas dalam musibah kebakaran Vihara Avalokitesvara Pematangsiantar, Minggu (11/5) dini hari adalah Dian Perdiawan. Pemuda berusia 23 tahun ini adalah karyawan bagian taman di vihara yang berada di Jalan Sipiso-piso Kelurahan Pematang Simalungun Kecamatan Siantar Selatan Kota Pematangsiantar.

 

 

 

Senin (12/5) sekira pukul 11.00 WIB, METRO tiba di rumah duka keluarga Dian di Nagori Margomulyo, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun. Terlihat tenda masih berdiri di depan rumah sederhana itu. Sementara jenazah Dian, sudah dimakamkan Minggu (11/5) sekira pukul 16.00 WIB di Pemakaman Muslim, sekira dua kilometer dari rumah tersebut.

 

Orangtua Dian, Sukemi Kanta dan Misri terlihat berduka. Sang ibu terus menangisi kepergian sulung dari lima bersaudara itu. Selain kedua orangtuanya, kekasih Dian yakni Titin (19), sepupunya Yeni, dan adik iparnya, Iwan Aspari ikut menyambut METRO.

Kepada METRO, Yeni yang terlihat berduka menuturkan, Minggu malam (4/5) ia bermimpi Dian menikah dengan Titin.

 

Kata Yeni, Titin yang sudah menjalin hubungan dengan Dian selama setahun juga bekerja di Vihara Avalokitesvara. Jika Dian bertugas di bagian taman, maka Titin merupakan petugas kebersihan. Hubungan keduanya pun sudah direstui keluarga kedua belah pihak.

Masih kata Yeni, dalam mimpinya itu, Dian dan Titin bersanding mesra di pelaminan.

Saat itu, rumah sangat ramai dihadiri sanak saudara.

 

Sementara Iwan Aspari mengatakan, kenangan terakhirnya dengan Dian saat almarhum memberikan buah apel, jeruk, dan mi instan kepada keluarganya. Buah-buahan itu diperoleh Dian dari vihara.

 

“Sabtu (10/5) sore saya ke vihara menemui Dian. Saat itu Dian memberikan buah-buahan. Dia juga bilang belum bisa pulang seperti biasanya. Sebab banyak pekerjaan menyambut Hari Waisak. Padahal biasanya Dian pulang setiap Sabtu sore,” terang Aspari.

 

Aspari mengaku sama sekali tidak ada firasat itulah pertemuan terakhirnya dengan Dian. Sebab Minggu (11/5) dini hari, Dian menjadi salahsatu korban terbakarnya Vihara Avalokitesvara.

 

Masih kata Aspari, mereka mengetahui musibah kebakaran dari pimpinan Vihara Avalokitesvara yang langsung menghubungi handphone (HP). Mendengar itu, keluarga langsung berangkat ke Pematangsiantar. Saat itu keluarga yakin Dian sudah meninggal dunia.

Sebab saat dihubungi, HP Dian tidak aktif. 

 

Masih kata Aspari, Dian mulai bekerja di Vihara Avalokitesvara tahun 2005, dengan gaji pokok Rp 450.000 per bulan. Untuk makan siang dan malam ditanggung pihak Vihara Avalokitesvara. Dan mereka juga disediakan tempat tinggal di dalam gedung tersebut. “Kepada keluarga, Dian mengatakan dia karyawan kesayangan Bhiksu Dhayanavira,” kata Aspari.

 

Aspari menambahkan, Dian adalah anak yang patuh, tidak pernah melawan orangtuanya. Setiap Sabtu dia pulang ke rumah dan kembali ke Siantar setiap Minggu sore. (jhon)

 

PET: METRO SIANTAR

      

 

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: