Menantangbadai Weblog


Avalokitesvara Siantar Terbakar, 7 Tewas
Mei 11, 2008, 4:47 pm
Filed under: STRIGHT NEWS

Vihara Avalokitesvara di Jalan Sipiso-piso Kelurahan Pematang Simalungun, Pematangsiantar terbakar, Minggu (11/5) sekira pukul 00.30 WIB. Tujuh orang tewas dan 9 lainnya luka-luka, termasuk pimpinan vihara, Bhiksu Dhyanavira. Kerugian ditaksir Rp15 miliar.

 

Pantauan di lokasi kejadian sekira pukul 00.50 WIB, kobaran api terlihat di lantai II vihara, yang merupakan ruang ibadah. Dari jarak sekira lima meter, terdengar beberapa kali dentuman keras yang membuat bangunan runtuh dan puing-pung beterbangan. 

 

Api pun cepat menyebar ke seluruh ruangan vihara. Ketika api mulai benjalar ke ruang tempat tinggal pegawai dan perpustakaan di lantai II, terlihat beberapa penghuni vihara berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke sebelah kiri gedung vihara, yang merupakan pemukiman warga.

 

Akibat melompat, mereka mengalami luka dan patah kaki. Segera saja warga yang telah memenuhi pelataran vihara melarikan mereka ke rumah sakit. Sementara api semakin menjalar ke seluruh ruangan di lantai II dan lantai II, hingga ke Pagoda Vihara yang berada di sebelah kiri gedung yang terbakar.

 

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan hubungan listrik arus pendek (korsleting) di ruang ibadah. Kebetulan asbes di ruangan tersebut terbuat dari kayu yang dipelitur, sehingga api langsung menyambar asbes, lalu menjalar ke benda lain di dalam ruangan. Apalagi, dalam ruangan terdapat perlengkapan sembahyang seperti dupa, kertas sembahyang, dan sebagainya. Seketika nyala api semakin besar dan segera melalap hampir seluruh ruangan di lantai II.

 

Tak lama, mobil dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Enam unit mobil pemadam kebakaran, yakni 4 dari Pemko Siantar, 1 unit milik Pemkab Simalungun, dan 1 unit milik NV STTC diturunkan. Petugas segera berusaha memadamkan api. Namun, karena dini hari itu angin bertiup cukup kencang, sehingga api sulit dipadamkan. Ketika disiram, api semakin menyala dan merembes hingga atap gedung. Sementara, perpustakaan di lantai II dipastikan hangus.

 

Petugas kesulitan menemukan titik asal api. Sebab vihara terbesar di Kota Siantar itu memiliki banyak ruangan. Dua unit mobil pemadam kebakaran yang tiba lebih dulu langsung menyemprot bagian belakang lantai II, namun api tak padam. Sehingga mobil pemadam yang lain langsung masuk ke pelataran vihara melalui Jalan Sipiso-piso. Api baru benar-benar padam sekira pukul 07.00 WIB.

 

Pagi itu juga, petugas pemadam bersama personil polisi dan sukarelawan masuk ke puing-puing bangunan untuk melakukan evakuasi. Ditemukan tujuh orang tewas terpanggang. Mereka yang ditemukan tewas di lantai II yakni Bhiksu Yucen (70) dan Sujad Widodo (40). Lalu dua karyawan yakni Dian (20) dan Rizal yang diperkirakan berusia 20 tahun. Selain itu, dua bersaudara yakni Aini dan Aicin, warga Jalan Srikandi Kota Binjai juga ditemukan tewas. Dan korban tewas yang terakhir ditemukan Chiu Hong, juga warga Kota Binjai tepatnya di Pajak Tafif.

 

Pengurus Vihara Avalokitesvara, Chandra, kepada METRO mengatakan pihaknya sudah mengevakuasi seluruh korban. Sesudah diotopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Pematangsiantar, seluruh jenazah dibawa ke rumah sosial atau Yayasan Bhakti Kesejahteraan Sosial (YBKS) di Jalan Cokroaminoto Pematangsiantar.

 

”Kita semua turut berduka atas kejadian ini. Mengenai para korban, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Vihara Avalokitesvara,” tukas Chandra.

 

Chandra menambahkan, saat kebakaran, penghuni vihara yang berjumlah 30 orang sedang beristirahat. Sebab keesokan harinya, Minggu (11/5) sekira pukul 07.00 WIB, dilaksanakan kebaktian menjelang Hari Tri Suci Waisak. Chandra juga mengatakan, vihara tersebut tidak memiliki pintu darurat untuk menyelamatkan diri jika terjadi musibah seperti kebakaran.

 

Penjaga malam Vihara Avalokitesvara, Hanafi, kepada METRO menerangkan, dini hari itu ia berjaga di depan vihara yang menghadap ke Jalan Pusuk Buhit. Tiba-tiba ia mendengar teriakan minta tolong. Ia pun segera berlari menuju ruang induk vihara, yakni Klenteng Phon In Tha. Dari situ ia melihat api membakar lantai II. Ia juga melihat para bhiksu dan bhiksuni dan pekerja lainnya berhamburan keluar dari vihara.

 

Suara Ketukan

 

Sekira pukul 05.00 WIB, saat kobaran api sudah mulai berhasil dijinakkan, ribuan warga yang memadati lokasi mendengarkan suara ketukan dari salahsatu ruangan di lantai III.

Ternyata ketukan ke lantai keramik itu dilakukan Ahong (65), warga Kota Binjai yang terperangkap di salahsatu kamar di ruangan tempat tinggal karyawan.

 

Petugas pemadam dan polisi yang juga mendengar suara tersebut, langsung menuju ruangan di lantai III. Namun karena asap masik menyelimuti, petugas kesulitan masuk. Setelah bara api yang tersisa disiram, petugas pun bisa masuk ke lantai III. Di lantai tersebut petugas menemukan Ahong terduduk dan sesak nafas akibat kepulan asap. Segera petuags menyelamatkan Ahong. Dari Ahong, diketahui ada beberapa orang yang tewas di lantai III. Ahong sendiri segera dilarikan ke rumah sakit.

 

Berdasarkan dari Ahong, petugas berusaha melakukan evakuasi terhadap korban tewas. Namun, lagi-lagi karena kepulan asap dan hawa panas, evakuasi ditunda.

 

Evakuasi baru bisa dilakukan sekira pukul 07.30 WIB, yang langsung dilakukan Tim Forensik Polresta Siantar dipimpin Kasatreskrim AKP Bustami didampingi Kapolsek Siantar Selatan AKP Robert Gultom. Mereka menelusuri seluruh ruangan di lantai II dan III, dipandu pengurus vihara.

 

Korban tewas pertama yang ditemukan yakni Bhiksu Yuncen (60). Jasadnya ditemukan tergeletak di dekat meja makan di lantai III. Ruangan tersebut merupakan ruang makan para bhiksu. Korban kedua yang ditemukan di lorong kamar tempat tinggal pegawai yakni Widodo (50) guru agama Buddha. Seluruh tubuhnya menghitam. Selanjutnya petugas menemukan jasad Dian (23) dan Rijal (18) warga Sei Rapuh Kabupaten Simalungun. Keduanya merupakan karyawan di vihara, dan ditemukan di kamar paling sudut di lantai III. Sedangkan tiga wanita yang merupakan warga Binjai yakni Ong Aini alias Sumarniah (42), Ong Aicin (44), dan Chuchu Hong (65), jasad mereka ditemukan berdempeten di kamar nomor dua di lantai III.

 

Sedangkan korban luka-luka, hingga kemarin belum diketahui identitasnya secara jelas. Informasi dihimpun METRO, korban luka dilarikan ke salahsatu rumah sakit di Medan.

 

Sungai Bah Bolon Tak Bisa Dimanfaatkan

Petugas pemadam kebakaran tidak dapat memanfaatkan air Sungai Bah Bolon yang berada tepat di samping vihara untuk memadamkan kobaran api. Pasalnya, selain kedalaman sungai yang tidak memungkinkan, sungai tersebut juga dipenuhi sampah dan lumpur.

 

Hal ini dikatakan Kapolsek Siantar Selatan AKP Robert Gultom SH yang ditemui METRO di lokasi kebakaran, Minggu (11/5), sekira pukul 03.00 WIB. Robert mengatakan, berdasarkan pernyataan petugas pemadam kebakaran kepada kepolisian, mereka tidak bisa mengambil air di sembarangan tempat untuk memadamkan api. Selain kedalaman air sungai tidak memenuhi standar, dikhawatirkan lumpur ikut tersedot. Selain itu, banyaknya sampah di sungai juga menjadi salahsatu faktor yang membuat petugas pemadam kebakaran enggan mengambil air Sungai Bah Bolon.

 

”Mereka bilang kedalaman air sungai tidak pas untuk dilakukan penyedotan. Selain itu, di Sungai Bah Bolon banyak sampah, dan dikhawatirkan lumpur juga banyak. Jika dilakukan penyedotan ke dalam tangki mobil pemadam kebakaran, bisa-bisa lumpur dan sampah ikut tersedot,” terang Robert.

 

Pantauan METRO, Robert sibuk memberikan arahan kepada bawahannya yang berada di lokasi vihara yang terbakar. Robert juga memerintahkan anak buahnya mengatur warga  agar tidak menghalangi mobil pemadam kebakaran masuk ke lokasi.

 

Saat ditanya jumlah kerugian materil atas kebakaran, Robert mengatakan diperkirakan kerugian akibat mencapai Rp15 miliar. Namun Robert belum mengetahui pasti sumber api.

 

Ibadah Rutin Sambut Waisak Tak Tuntas

 

Pengurus Vihara Avalokitesvara, Chandra mengatakan, sejak Jumat (9/5) lalu, di vihara terbesar di Kota Pematangsiantar itu digelar ibadah rutin dalam rangka menyambut Hari Trisuci Waisak, Selasa (10/5). Direncanakan ibadah rutin tersebut berakhir hari ini, Senin (12/5). Mereka yang ikut beribadah selain umat Buddha Kota Siantar, juga dari Perdagangan sekitarnya, termasuk Kota Medan, Binjai, dan lainnya. Akibat musibah kebakaran, ibadah rutin terpaksa tak dituntaskan.

 

Bahkan, lanjut Chandra, di malam sebelum kejadian, Sabtu (10/5), mereka menggelar ibadah yang diikuti sekitar 300 jemaat di lantai II. Ibadah berlangsung pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

 

Usai ibadah, jemaat pulang ke rumah masing-masing. Namun ada beberapa yang memilih tinggal di vihara bersama bhiksu, termasuk tiga korban tewas yang merupakan warga Binjai. Sebab, selain untuk bhiksu dan karyawan, di vihara itu juga tersedia kamar spesial bagi pengunjung.

 

Dikatakan Chandra, akibat musibah kebakaran itu, Vihara Avalokitesvara berkabung dan untuk sementara menunda pelaksanaan ibadah. Sedangkan soal kerugian, Chandra mengaku untuk sementara belum dapat dipastikan. Namun seluruh isi ruangan lantai II termasuk perpustakaan, ludes terbakar. Hanya sebagian patung yang masih utuh.

 

Ketika ditanya keberadaan pimpinan Vihara Avalokitesvara, Bhiksu Dyhanavira atau Thing Siong She, yang berhasil menyelamatkan diri dari perangkap api, Chandra mengatakan bhiksu tersebut aman. Namun, ia meminta METRO tidak mewawancarai bhiksu tersebut karena masih trauma dan perlu menenangkan diri.  (mag-01/dro/niksyaf)

 

 dikutip dari Harian METRO SIANTAR

 

Iklan

1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

[…] Terbakar Tujuh Tewas, Termasuk Bhiksu Seik You Cen 2. 6 Orang Diselamatkan Dari Lubang Angin 3. Avalokitesvara Siantar Terbakar, 7 Tewas 4. Dian Perdiawan, Karyawan yang Tewas dalam Kebakaran Vihara 5. Isu Tidak Sedap Mencuat Pasca […]

Ping balik oleh Little Place of Kamaruddin » Blog Archive » Vihara Avalokistesvara Siantar Burned!




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: