Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori
Diduga karena ekonomi keluarga morat-marit, Hemalini Br Tarigan (30) mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Tragisnya, ibu muda warga Dusun Tamburen, Desa Suka Makmur, Kutalimbaru, Deli Serdang ini, mengajak kedua anaknya, Susan (7) dan Prasanta (5) bunuh diri dengan menenggak racun rumput merek Roundap, Selasa (20/5) petang.
Jenazah ibu dan dua anaknya ini dikebumikan, Rabu sore (21/5), di desa setempat seusai menjalani ritual adat suku Karo di Jambur Tamburen. Informasi yang dihimpun, yang pertama kali menemukan Hemalina dan anak-anaknya tewas adalah suami korban, Sejahtra Sembiring (32). Saat itu Sejahtra baru pulang kerja sebagai buruh tani.
Melihat istri dan dua anaknya terkapar di rumah berdinding tepas ukuran 5X5 meter yang mereka tinggali, Sejahtra histeris. Saat itu dia melihat tubuh isteri dan putrinya (Susan, red) sudah tak bergerak lagi. Dari mulut mereka mengeluarkan buih. Sementara meski telah terkapar, tubuh putranya (Prasanta, red) masih bergerak-gerak.
Sejahtra yang panik langsung berupaya menyelamatkan nyawa putranya. Dia langsung membopong tubuh Prasanta dan berlari ke areal perkampungan untuk meminta pertolongan (rumah Sejahtra berada di perladangan, agak jauh dari rumah tetangganya, red). Sayang, di tengah perjalanan menuju RSU Adam Malik, Prasanta menghembuskan nafas terakhirnya menyusul ibu dan kakaknya.
Kemarin (21/5) di Jambur Tamburen, Sejahtra hanya bisa duduk terkulai lemas di depan tiga jasad orang yang sangat dicintainya. Air matanya terus mengalir. Banyak kerabat dan tetangga yang datang ke jambur untuk mengikuti ritual sebelum pemakaman. Banyak yang menghibur dan menyalami Sejahtra. Memintanya untuk tabah.
Sejahtra dan kerabatnya sangat tertutup dengan wartawan. Tak satupun yang mau memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang hadir di lokasi. Sejahtra sendiri saat ditanya hanya merenung dan menerawang jauh. Bahkan semua orang yang ada di sekitarnya seakan-akan tak lagi diperhatikan. Dia hanya melihat jasad istri dan anaknya dan sesekali tertunduk. Usai prosesi ritual, jenazah Hemalini dan dua anaknya dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Selama perjalanan menuju pemakaman, Sejahtra tetap tertunduk dan meneteskan air mata.
Informasi tentang peristiwa tragis itu didapat wartawan dan sebagian warga. Menurut mereka kehidupan Sejahtra dan keluarganya memang tergolong kekurangan, apalagi Sejahtra hanya berkerja sebagai buruh tani. Hal senada juga diucapkan Ceki Ginting, Kepala Desa Suka Makmur. “Kalau soal penyebab aku kurang tahu, sebab aku sampai di rumahnya, korban sudah meninggal,” ujarnya.
Kapolsekta Kutalimbaru, AKP Mukhsin yang didampingi Kaur Pulbaket Aipda M Sembiring ketika ditemui wartawan mengatakan, pihaknya sudah turun ke tempat kejadian perkara (TKP), untuk melakukan penyelidikan. Dari lokasi ditemukannya Hemalini dan 2 anaknya, polisi menemukan sisa susu yang bercampur racun rumput merek Roundap. Guna pengusutan, sisa racun tersebut dimasukkan ke plastik untuk diperiksa lanjut. Pihaknya juga akan menyelidiki soal dugaan tekanan ekonomi di balik peristiwa bunuh diri ini.(wan/smg)
PET: SUMUT POS
Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>