Menantangbadai Weblog


Di Humbahas, Janda Tewas Mengenaskan
Februari 25, 2008, 5:41 pm
Diarsipkan di bawah: STRIGHT NEWS

Wajah Dikuliti

Lidah Dipotong, Mata Dicungkil

Osti br Lumban Batu (83) tewas mengenaskan di ladang kopinya di Desa Pandumaan, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Jumat (22/2) lalu. Ketika ditemukan, lehernya nyaris putus, kulit wajah dikuliti, lidah dipotong, serta mata dicungkil.  

Hingga Senin (25/2), Polres Humbang Hasundutan telah mengamankan LN (54), anak korban. LN diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Informasi dihimpun METRO, Senin (25/2) di tempat kejadian perkara (TKP), jasad Osti diangkat anaknya, LN dari ladang kopi ke rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter, Jumat (22/2) sekira pukul 16.00 WIB. Jarak antara Pandumaan dengan Dolok Sanggul, ibukota Kabupaten Humbahas sendiri sekira 5 kilo meter.

Warga sekitar yang melihat kondisi jenazah Osti pun heboh. Tanpa dikomando, warga melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Pollung dan Mapolres Humbahas di Lintong Ni Huta. Warga mencurigai pelaku pembunuh janda renta yang tinggal sendirian di rumahnya itu tak lain LN sendiri, yang tinggal tak jauh dari rumah korban. Pasalnya, LN lah orang yang kali pertama menemukan jenazah korban dan membawanya ke rumah.

Karenanya, Minggu (24/2) malam, LN nyaris menjadi sasaran amukan massa di sana. Beruntung, aparat kepolisian yang menerima laporan warga atas pembunuhan sadis itu berhasil mengamankan LN.

Sementara itu, br Lumbangaol warga sekitar yang ditemui METRO mengaku warga Pandumaan masih resah terkait pembunuhan sadis yang dialami Osti br Lumban Batu.

“Kami takut kalau hal serupa terjadi pada kami, ibu-ibu di sini,” ujarnya. Menurut sepengetahuan warga, korban termasuk orang yang hemat dan memilik cukup banyak perhiasan emas. Mereka menduga pelaku sebelumnya sudah mengetahui korban menyimpan barang-barang berharga seperti emas. 

Emas 90 Gram Hilang

Kasatintel Polres Humbahas AKP Maruhum Sihombing ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Senin (25/2), membenarkan adanya pembunuhan sadis di Pandumaan, Kecamatan Pollung.

“Kita sedang mencari pelakunya. Kita menduga pembunuhan sadis tersebut bermotif perampokan, sebab berdasarkan hasil pemeriksaan, perhiasan korban berupa emas sebanyak 90 gram di rumahnya juga hilang,” ujar Sihombing.

Dikatakannya, pihaknya hingga kini sudah mencurigai seseorang untuk dijadikan tersangka. Hanya saja ia mengaku belum bisa menginfomasikan namanya karena bukti-bukti masih kurang lengkap.

Lebih lanjut dikatakan Sihombing, pihaknya sudah memintai keterangan sejumlah warga dan anak korban yang mengangkut mayat korban dari ladang. Sihombing mengatakan kondisi leher korban yang nyaris putus tersebut dicurigai karena pelakunya menggunakan benda tajam.

Masih kata Sihombing, mata korban hilang karena sengaja dicongkel. Sedangkan lidahnya dicabut serta telinga disayat. Sadisnya lagi, kulit di bagian kepala habis dikuliti. 

Hingga kemarin, maksud dan tujuan pelaku pembunuhan tersebut yang mengambil bagian-bagian penting dari tubuh korban belum bisa dipastikan. Disinggung soal hasil pemeriksaan dokter, Sihombing mengatakan, sebelum diangkat ke rumah, korban diperkirakan sudah meninggal enam jam sebelumnya. (pan) 

 Berita ini dikutip dari Harian METRO TAPANULI (JPNN Grub), Senin (25/2).


1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

Wah.,,,Aq turut berduka cita yang sedalam2nya atas kematian oppungku….itu,,,,aku tak menyangka kematian almarhum sekeji itu…..

Soalnya oppung ini sangat baik sama aku ketika aku masih di Pandumaan…..

Komentar oleh Aman Lumban Gaol




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>